Tips Mengatasi Demam setelah Imunisasi Bayi

Kegiatan imunisasi atau vaksinasi adalah salah satu tahapan wajib yang biasanya dilewati bayi pada awal masa-masa pertumbuhannya. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis imunisasi wajib yang akan diberikan pada bayi sesuai usianya. Seperti imunisasi BCG, Hepatitis B, Polio, campak dan DPT. Ada kalanya, imunisasi tidak akan memberikan efek berarti. Tapi tidak jarang, ada beberapa perubahan tubuh yang dialami bayi setelah imunisasi. Beberapa bayi mengalami demam, diare ataupun perubahan lainnya. Hal tersebut tidak selalu berarti buruk. Berikut ini tips mengatasi demam setelah imunisasi bayi yang dapat Anda coba di rumah.

Pemberian ASI

Selain merupakan makanan pokok bayi, ASI juga memiliki zat yang dapat mengurangi peningkatan suhu tubuh bayi. Sebaiknya berikan ASI sesering mungkin hingga suhu tubuh bayi turun menjadi stabil. Selain itu, pemberikan ASI juga membantu bayi merasa lebih nyaman sehingga efek demam tidak terlalu berarti.

Dekap Bayi

Selain memberikan ASI, ibu juga bisa mendekap bayi yang sedang mengalami demam. Dekapan ibu dapat membantu bayi meningkatkan zat anti nyeri hingga menurunkan rasa sakitnya.

Gunakan Baju yang Mudah Menyerap Keringat

Pada saat bayi demam, justru hindari memakaikannya bedong atau selimut tebal. Sebaliknya, pakaikan pakaian longgar yang mudah menyerap keringat. Ini membantu penurunan suhu lebih baik, karena panas tubuh lebih cepat terbuang.

Kompres dengan Air Hangat

Untuk menurunkan suhu tubuh, ibu juga bisa mengompres bayi dengan air hangat. Sebaiknya hindari kompres menggunakan air dingin untuk menghindari resiko kejang-kejang.

Kompres Air Hangat di Bekas Suntikan

Bekas suntikan yang terasa nyeri saat tersentuh atau terpegang bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Ibu bisa memberikan kompres air hangat untuk mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman pada area bekas suntikan.

Berikan Pijatan Halus

Untuk membuat bayi merasa lebih nyaman dan mengurangi rasa sakit, Ibu juga bisa memberikan pijatan halus pada bayi. Dengan cara ini, bayi akan merasa lebih nyaman.

Cek Suhu Tubuh dengan Termometer

Sangat penting bagi orang tua untuk selalu sedia termometer di rumah. Ini dapat digunakan untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuh bayi sehingga dapat digunakan sebagai patokan untuk mengambil langkah berikutnya.

Berikan Obat Penurun Panas jika Diperlukan

Umumnya kenaikan suhu badan bayi berkisar 38- 40 derajat celcius. Panas ini akan turun dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua hari. Tetapi jika bayi mengalami panas melebihi 38 derajat celcius, dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila tidak kunjung turun dan mempunyai riwayat kejang maka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penangananya.

Demikian tadi beberapa tips mengatasi demam setelah imunisasi bayi. Semoga bermanfaat.