Tag Archives: peralatan panjat tebing

Ragam Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya

Ragam Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya—salah satu olahraga ektream yang banyak digandrungi banyak orang adalah, panjat tebing. Olahraga ini terbilang cukup berbahaya jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar. Salah salah nyawa melayang. Maka dari itu pengetahuan akan olahraga ektrim panjat tebing ini sangatlah penting. Terlebih bila anda ingin menekuni olahraga satu ini.

Nah berikut akan kami jelaskan beberapa Ragam Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya. Peralatannya tergolong tidak sedikit.  Ini karena keperluan akan hal tersebut cukuplah banyak guna menjaga keselamatan anda. Apa saja peralatannya? Berikut ulasannya untuk anda.

  • Hardness

Hardness adalah alat untuk menopang tubuh yang terikat di pinggang yang berfungsi sebagai pengaman yang akan terhubung dengan tali. Kalau dilihat dari bentuknya, peralatan panjat tebing satu ini, terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu, seat hardness, chest hardness dan full body hardness. Seat haardness biasa dikombinasikan dengan sabuk dan figure of eight sling. Hardness satu ini sering dipakai oleh para pendaki, karena keberadaannya tidak mengganggu pergerakan para pendaki. Full body hardness merupakan penopang tubuh secara keseluruhan, dilengkapi dengan sangkutan.

  • Carabiner

Carabiner merupakan cincin kait yang berfungsi sebagai penghubung antara peralatan satu dengan peralatan lainnya. seperti tali dengan tali. Peralatan panjat tebing satu ini merupakan peralatan dasar wajib yang harus dimiliki  oleh pendaki.  Alat satu ini terbuat dari alumunium alloy yang kuat dan ringan. Berdasarkan lekuk bentuknya, alat satu ini terbagi dua macam. Yaitu carabiner screw gate dan carabiner snapgate. Carabinner screw gate menggunakan kunci pengaman sebagai pengaitnya. Dan snapgate tidka ada penguncinya.

  • Descender

Peralatan panjat tebing satu ini berfungsi unutk menuuni tali. Dengan alat ini anda dapat meluncur dengan bebas ke bawah secara aman. Descender ini mempunyai sistem kerja dua bagian, yaitu otomatis dan manual. Berikut beberpa jenisnya.

Figure of eight; autostop; grigri; dan shunt.

Baca Juga: Peralatan Panjat Tebing Grigi

  • Ascender

Jika descender berguna ketika anda menuruni tebing alias turun ke bawah, maka Ascender ini mempunyai fungsi kebalikannya. Ya, peralatan panjat tebing satu ini berguna untuk membantu anda memanjat tebing.

  • Webbing

Bentuknya pipih memanjang, mirip ribbon. Terbuatdari Nylon yang lentur dan kuat. Panjang staandarnya dalah 5 meter. Webbiing ini mempunyai fungsi sebagai anchor maupun pengikat tubuh sebagai tambahan untuk hardness.

  • Hammer

Ini adalah palu untuk menanam dan juga melepas piton, selain itu juga berguna untuk memaku bolt. Dan bagian ujungnya berfungsi untuk mengencangkan mur .

  • Piton

Adalah sahabat setianya hammer. Ini merupakan paku khusus untuk panjat tebing. Paku ini terbagi menjaid due jenis. Yaitu blade dan angel. Piton blade mempunyai bentuk yang pipih berguna untuk clah sempit sedangkan angel untuk celah besar.

Mengenal Jenis-Jenis Dan Fungsi Peralatan Panjat Tebing

Panjat tebing merupakan salah satu jenis olahraga outdoor yang ekstrim. Oleh sbeab itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan memanjat. Selain itu pengetahuan tentang peralatan panjat tebing dan fungsinya perlu diketahui oleh para wall climbing dan rock climbing.

Peralatan yang digunakan untuk memanjat tergolong banyak. Setiap peralatan memiliki fungsi yang penting untuk menjaga keamanan penggunanya. Berikut ini kami akan memberikan informasi beberapa jenis peralatan panjat tebing beserta fungsinya.

Tali Karamel

Tali caramel atau kernmantle Rope merupakan salah satu peralatan wajib. Fungsinya adalah sebagai pengaman jika pemanjat terjatuh sampai menyentuh tanah atau istilahnya freefall. Tali ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: tali dinamis, statis dan semi statis. Masing-masing memiliki kelenturan dan fungsi berbeda.

Hardness

Harness adalah peralatan panjat untuk penompang tubuh, cara menggunakannya diikat di bagian pinggang yang digunakan sebagai penghubung dengan tali. Berdasarkan bentuknya hardness dibagi 3 yaitu: chest hardness, seat hardness dan full body hardness. Setiap jenis hardness bisa dipilih sesuai dengan kondisi, misalnya pada seat hardness lebih banyak digunakan karena bentuknya tidak mengganggu pergerakan, selain itu jenis hardness ini bisa dibuat dari webbing yang dikombinasikan dengan figure of eight sling.

Sedangkan full body hardness cara menggunakannya dililitkan di seluruh tubuh dan sudah dilengkapi dengan alat disekeliling pinggang, hardness ini lebih sering digunakan di medan yang bersalju.

Carabiner

Carabiner atau cincin kait adalah peralatan yang menghubungkan alat satu dengan yang lainnya. Terbuat dari bahan alumunium alloy sehingga ringan namun memiliki kekuatan yang tinggi. Kekuatannya terletak pada bagian pen. Jadi apabila pen-nya sudah longgar sebaiknya tidak digunakan lagi. Berdasarkan bentuknya, carabiner dibagi menjadi dua jenis yaitu: carabiner snapgate yaitu carabiner yang tidak berkunci dan carabiner screw gate adalah carabiner yang menggunakan kunci pengaman.

Ascender

Ascender adalah alat yang dapat membantu pemanjat menaiki lintasan tali. Alat ini akan semakin mengunci jika bebas dan akan longgar jika tidak diberi beban. Berdasarkan jenis pegangannya ascender dibagi menjadi dua, yaitu: heandle ascender dan non heandle ascender.

Descender

Descender adalah alat yang digunakan untuk membantu menuruni tali. Fungsi descender adalah menahan laju alat dengan tali agar pemanjat tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya, descender dibagi menjadi dua yaitu yang otomatis dan manual.

Webbing

Webbing merupakan alat panjat yang bentuknya seperti pita. Terbuat dari bahan nylon, tidak kaku dan lentur. Panjang standar 5 meter dan memiliki fungsi sebagai hardness atau pengikat di tubuh.

Sebenarnya masih banyak peralatan panjat tebing lainnya yang wajib diketahui dan harus ada atau diperlukan untuk memanjat. Semoga artikel ini bermanfaat.

Peralatan Panjat Tebing Grigi

Dalam dunia panjat tebing adalah Apa itu Grigri? Adalah sebuah peralatan panjat tebing yang membantu untuk mem-belay (melakukan pengamanan kepada) pemanjat dengan pengereman terpadu untuk tali kernmantel 8.9 hingga 11mm. Dengan menggunakan Grigri, manuver ketika sedang melakukan belay dapat dilakukan. Dan juga, alat panjat ini cocok untuk digunakan bagi pendaki leader yang lebih dulu memanjat dan akan mengamankan pemanjat selanjutnya. Dengan demikian, proses saling mengamankan sesama pemanjat terjamin keamanannya.

Peralatan panjat tebing ini dapat digunakan untuk ukuran tali dari 8,9 hingga 11 mm utuk tapi dinamis, yang lazim digunakan dalam pemanjatan. Dengan demikian, peralatan yang ringan ini bisa kamu gunakan dimanapun kamu memanjat. Lalu bagaimana cara kam menggunakan Grigri? Bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan Grigri, tentu akan merasa canggung dalam menggunakannya. Berikut beberapa cara yang di tuliskan dalam website resmi Petzl mengenai tata cara penggunaan Grigri,

  1. Untuk memberikan jarak yang cukup untuk untuk pemanjat bergerak, belayer melangkah maju ke depan akan cukup memberikan ruang yang diperlukan oleh pemanjat.
  2. Selalu memegang sisi tali untuk mengerem tali.
  3. Memegang tali dengan setidaknya tiga jari, jari telunjuk memegang grigri dan ibu jari menekan cam.

    Baca Juga: Mengenal Peralatan Panjat Tebing beserta Fungsinya

Gerakan ini dilakukan secara serta merta. Setelah pemanjat siap, tangan belayer sudah berada pada posisi utama belaying. Peralatan panjat tebing grigri ini bukan alat yang otomatis terkunci, dan jika di perhatikan lebih, alat ini tidak mengikat tali dengan ukuran yang kecil dan akan membiarkan tali melewati grigri dengan tanpa gesekan yang berarti. Dengan tetap memperhatikan leader memanjat, belayer terus memberikan uluran tali sehingga pemanjat leader terus menaikkan ketinggian menuju pitch yang dituju. Dengan demikian, ketinggian yang di harapkan akan didapat akan tercapai. Dikala pemanjat leader telah mencapai ketinggian yang disepakati, maka kini belayer akan memanjat dan mencapai ketinggian leader berada.

Berbeda dengan pemanjatan dahulu, alat yang biasa digunakan untuk belaying, figure 8, tidak memiliki sistem pengereman seperti yang dimiliki grigri. Dengan adanya cam, grigri lebih aman untuk digunakan dalam pemanjatan. Dengan kesadaran bahwa olahraga panjat tebing adalah olahraga yang penuh dengan resiko dan berhubungan dengan nyawa, maka alat-alat yang termutakhirkan perlu untuk terus di ketahui dan digunakan. Yang terpenting untuk dilakukan adalah tetap fokus pada pemanjat yang sedang melakukan pemanjatan. Karena lengah sedikit akan berakibat pada hilangnya nyawa atau memperbesar resiko kecelakaan. Tentu hal tersebut tidak ingin di dapat oleh para pemanjat ketika sedang melakukan panjat tebing.

Mudah-mdahan ulasan singkat mengenai alat panjat tebing Grigri ini bisa memberikan pengetahuan yang cukup bagi para pemanjat dan mereka yang ingin menggeluti olahraga panjat tebing.

Berbagai Peralatan Panjat Tebing

Pemanjat merupakan bagian dari para penggiat alam yang mengeksplorasi dinding tebing terjal sebagai lahan bermain mereka. Menggunakan peralatan yang aman dan mumpuni untuk melakukan kegiatan pemanjatan, rappeling, dan kegiatan lain yang memerlukan berbagai peralatan panjat tebing. Ada beberapa peralatan standar yang perlu diketahui oleh para penggiat sebelum bisa bermain ke tebing. Antara lain adalah:

  • Tali

Tali yang umumnya dipakai untuk panjat tebing adalah tali berbahan nilon jenis kernmantel. Tali kernmantel terdiri dari dua bagian, yaitu bagian inti (kern) dan bagian luar (mantel). Bagian luar tali ini merupakan anyaman yang melindungi bagian inti.

Ada dua jenis kernmantel yang dipakai. Yaitu kernmantel dinamis dan kernmantel statis. Perbedaan kedua jenis ini terletak pada elastisitasnya dan penggunaannya. Kernmantel dinamis mempunyai elastisitas yang besar yaitu sekitar 25% dan digunakan untuk menahan beban pemanjat ketika jatuh. Sedangkan kernmantel statis mempunyai elastisitas yang kecil, kurang dari 10% dan digunakan sebagai alat bantu pemanjatan (ascending) dan untuk menuruni tebing. Tali dari kedua jenis tersebut mampu menahan beban seberat 2000 kg (untuk diameter 11 atau 12 mm).

  • Harness

Salah satu peralatan pelengkap yang penting adalah harness. Alat ini dirancang agar beban pemanjat tebing yang jatuh dan tergantung di tali tidak memetahkan pinggangnya. Selain itu harness dirancang untuk memberikan bantuan maksimal bagi pemanjatan artifisial.

  • Carabiner

Carabiner terbuat dari bahan baja alloy (campuran baja dengan alumunium). Ada dua jenis carabiner yang dikenal dalam panjat tebing, yaitu carabiner screw gate dan carabiner snap gate. UIAA (Union Internationale des Associations d’Alpinisme) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss memberikan ketentuan bahwa sebuah carabiner yang baik dan aman harus mampu menahan beban seberat 2.200 kg (pintu tertutup) atau 1.200 kg (pintu terbuka) searah dengan poros utamanya. Sedangkan searah dengan poros kecil (poros pendek), sebuah carabiner harus kuat menahan beban seberat 600 kg.

  • Piton

Piton adalah sepotong logam yang dibentuk agar berfungsi sebagai pasak di sebuah celah tebing. Dengan perantaraan karabiner, piton yang telah tertancap sempurna dapat menahan berat seberat 2.000 kg.

Baca Juga: Mengenal Peralatan Panjat Tebing beserta Fungsinya

  • Chock dan Friend

Chock adalah sebuah alat dalam pemanjatan tebing yang dimasukkan ke celah batu dengan jari tangan sehingga terjepit dan dapat menahan beban dari arah tertentu. Bagi sementara pemanjat tebing, penggunaan chock terasa lebih menarik dan menyenangkan dibandingkan piton. Alat ini tingan dan mudah dipasang atau dilepaskan, dan kadang-kadang memberikan pengaman yang lebih baik daripada piton (misalnya pada batuan lepas atau batuan serpih).

Seringkali pemanjat tebing tak bisa menemukan ukuran chock yang tepat untuk pelbagai celah batu, kendati dia telah membawa sejumlah chock pilihan. Chock memang tidak dapat digunakan di setiap celah batu. Berdasarkan keterbatasan ini, maka diciptakanlah sebuah alat penjepit yang disebut friend. Kelebihan dari alat ini adalah kemampuannya menyesuaikan ukuran bentuknya agar bisa digunakan pada berbagai celah batu.

  • Palu Tebing

Palu tebing disini berfungsi untuk menancapkan piton oleh pemanjat leader, dan juga untuk melepaskan piton oleh pemanjat terakhir.

  • Sling

Sling merupakan tali yang berbentuk melingkar terbuat dari kawat baja maupun kernmantel berdiameter sedang yang berfungsi untuk menghubungkan pengaman (misalnya piton) dengan karabiner.

  • Helm

Beberapa pemanjat tebing memang mempunyai naluri untuk menghindarkan kepala dari benturan ketika sedang jatuh. Tetapi ada juga yang tidak mempunyai naluri atau kebiasaan itu. Untuk menanggulangi ini, seseorang pemanjat tebing dianjurkan untuk memakai pelindung kepala, sehingga helm menjadi peralatan panjat tebing yang penting untuk dimiliki.

Beberapa peralatan panjat tebing diatas merupakan peralatan standar untuk melakukan pemanjatan, dengan standar keamanan yang sudah diakui secara internasional maka keamanan alat yang digunakan oleh para penggiat kegiatan panjat terjamin. Semoga ulasan singkat mengenai peralatan panjat ini bisa bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan informasi tentang alat panjat tersebut.

Daftar Peralatan Panjat Tebing Yang Wajib Anda Ketahui Beserta Fungsinya

Panjat tebing merupakan olahraga di alam yang terbilang ekstrim. Melakukan olahraga ini dibutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi fisik maupun peralatan panjat tebing. Karena jika tidak bisa mengancam nyawa. Oleh sebab itu pengetahuan mengenai peralatan dan fungsinya wajib diketahui oleh para wall climbing atau rock climbing.

Peralatan untuk memanjat jumlahnya lumayan cukup banyak, semuanya memiliki fungsinya masing-masing untuk menjaga keselamatan. Berikut ini adalah peralatan memanjat dan fungsinya yang meski Anda ketahui.

Tali Karmantel

Tali karmantel atau kernmantle rope adalah tali panjat yang wajib ada karena fungsinya adalah sebagai pengaman apabila terjantuh hingga menyampai tanah. Ada tiga jenis caramel, yaitu: statis, dinamis dan semi statis. Masing-masing tali tersebut memiliki kelenturan yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing.

  • Tali statis kelenturannya 15-20%, digunakan saat turun dari ketinggian atau rappleing.
  • Tali dinamis kelenturannya 30%, memiliki daya kejut tinggi sehingga tepat digunakan untuk kegiatan rock climbing atau climbing.
  • Tali semi statis kelenturannya antara statis dan dinamis. Karena karakternya statis dan dinamis selain untuk rappelling dan climbing, bisa digunakan untuk kegiatan rescue.

Hardness

Hardnes adalah alat yang diikat dipinggang, fungsinya untuk menompang tubuh dan sebagai pengaman yang terhubung dengan tali. Berdasarkan bentuknya hardness dibagi menjadi tiga yaitu: seat hardness, chest hardness dan hardness full body.

Carabiner

Carabiner adalah cincin kait yang fungsinya untuk menghubungkan alat yang satu dengan yang lain, contohnya: antara tali dengan pemanjat, tali dengan tali dan anchor dengan pemanjat. Bahannya terbuat dari aluminium alloy yang kuat dan ringan. Kekuatannya terletak pada pen. Jadi jika sekiranya pen sudah longgar jangan digunakan. Berdasarkan bentuknya, carbiner dibagi menjadi dua yaitu carabiner snapgate (tidak berkunci) dan carabiner screw gate atau menggunakan kunci pengaman.

Ascender

Ascender adalah peralatan panjat tebing untuk membantu pemanjat naik melintasi tali. Alat ini akan mengunci jika bebas dan akan longgar jika tidak diberi beban. Berdasarkan pegangannya dibagi dua yaitu:

  • Heandle Ascender : SRT, Ascention dan Petzl Expedition.
  • Non Heandle Ascender : Croll, Petzl Basic dan Gibbs Shunt.

Descender

Descender adalah alat yang digunakan untuk menuruni tali. fungsinya adalah untuk menahan laju alat dengan tali agar tetap menjaga pendaki tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya, alat ini dibagi menjadi dua yaitu automatis dan manual.

Webbing

Webbing adalahakat yang bentuknya pipih mirip seperti pita. Bahannya terbuat dari nylon, lentur dan tidak kaku. Panjangnya 5 meter dan fungsinya untuk hardness, pengikat tubuh maupun anchor.

Selain peralatan panjat tebing yang sudah kita bahas, masih banyak peralatan lainnya yang tidak kalah penting seperti: hammer, piton, hanger, chalk bag, chock and friend, sepatu dsb.

Mengenal Berbagai Peralatan Panjat Tebing untuk Keamanan

Panjat tebing merupakan salah satu olahraga yang memacu adrenalin. Mendaki ke puncak tebing dengan peralatan yang relatif sederhana ini tentu membutuhkan ketangkasan dan nyali. Selain itu, dibutuhkan insting yang tajam untuk menentukan titik pijakan paling kuat dan mudah dijangkau agar mampu mencapai puncak tebing dengan aman dan dalam waktu yang cepat. Meskipun mengandalkan ketangkasan si pemanjat atau climber, panjat tebing tetap membutuhkan berbagai peralatan untuk menjamin keamanan climber dari kecelakaan fatal. Berada di ketinggian tanpa menggunakan alat pengaman dan perlengkapan pelindung tentu merupakan hal yang konyol dan membahayakan diri sendiri. Berikut ini akan dibahas mengenai bebagai peralatan panjat tebing yang berfungsi sebagai pengaman.

Tali Karmantel

Tali karmantel merupakan salah satu peralatan panjat tebing yang wajib karena berfungsi sebagai pengaman tubuh apabila cengkeraman tangan pada tebing terlepas dan membuat pemanjat terjatuh. Fungsi dari tali karmentel adalah mengamankan tubuh pemanjat agar tidak jatuh ke tanah. Tali karmentel sendiri dibagi menjadi tiga macam berdasarkan kelenturan dan fungsinya masing-masing, yaitu: tali statis yang memiliki diameter 10,5 mm yang berfungsi untuk rappeling atau turun dari ketinggian; tali dinamis yang memiliki daya lentur tinggi yang berfungsi untuk rock climbing; dan tali semi statis yang biasanya digunakan untuk kegiatan rescue. Tali karmentel yang disiapkan harus lebih panjang dari ukuran tinggi tebinng agar bisa menjadi alat pengaman yang baik.

Hardness

Hardness merupakan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang dengan dua ruas tali yang berfungsi sebagai penopang kedua sisi paha. Hardness akan dihubungkan dengan tali karmantel untuk menahan tubuh pendaki ketika pegangannya terlepas. Hardness sendiri terbagi menjadi tiga macam, yaitu seat hardness yang difasilitasi dengan dudukan di bagian bokong, chest hardness yang difasilitasi dengan silangan tali untuk menopang bokong dan paha, dan full body hardness yang melilit di seluruh tubuh yang biasa digunakan di medan salju.

Carabiner

Carabiner merupakan cincin kait yang berfungsi menghubungkan satu alat dengan alat yang lainnya, misalnya antara tali karmantel dengan hardness, dan tidak jarang pula dikaitkan dengan ascender atau descender. Cincin kait ini diproduksi dari bahan alunium alloy yang dikenal ringan namun memiliki kekuatan tinggi sehingga tidak mudah patah, sehingga cukup aman digunakan sebagai penghubung antar tali yang menopang tubuh pendaki. Kekuatan carabiner ini terletak pada bagian pennya. Terdapat dua jenis carabiner yang umum digunakan oleh pemanjat, yaitu carabiner screw gate yang dilengkapi dengan kunci pengaman, dan carabiner snapgate yang didesain tanpa kunci.

Ascender dan Deskencer

Ascender merupakan alat bantu untuk menaiki lintasan tali. Sementara descender berfungsi untuk membantu pemanjat ketika menuruni tali dan berfungsi menahan laju agar pendaki tidak meluncur dengan bebas.

Selain peralatan panjat tebing sebagaimana di atas, masih banyak lagi peralatan penting lainnya, seperti hammer (palu) yang berfungsi melepas piton pada celah dan untuk memaku bolt. Dan piton yang merupakan paku tebing.