Tag Archives: Mainan tradisional

Mainan Tradisional yang Hampir Punah Dimakan Zaman

Mainan Tradisional yang Hampir Punah Dimakan Zaman

Perkembangan tekhnologi yang semakin masif di berbagai sektor tidak dapat dipungkiri memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan lingkungan. Tekhnologi industri menjadi salah satu indikator penting yang mampu memberikan jalan untuk segala perubahan tersebut. Manfaatnya pun sangat nyata dirasakan oleh semua kalangan dari berbagai ragam usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi dan sosial. Akan tetapi di lain sisi perkembangan tekhnologi industri justru membuat berbagai hal tradisional mati dengan sendirinya. Salah satu yang terkena dampak sangat signifikan yakni mainan tradisional. Berikut beberapa jenis-jenis mainan tradisional yang hampir punah dimakan zaman:

Mainan Tradisional yang Hampir Punah Dimakan Zaman

  • Meriam Bambu

Mainan tradisional ini terbuat dari bambu yang berukuran cukup besar. Permainan ini biasanya menjadi permainan musiman yang senantiasa ramai pada Bulan suci Ramadhan. Anak-anak di era 90an menjadikan meriam bambu sebagai permainan untuk menunggu saat berbuka puasa.

Peluru yang digunakan pada meriam bambu ini menggunakan karbit yang dipanaskan. Suara dentumannya cukup keras sehingga permainan ini biasa dilakukan pada jarak yang berjauhan.

Pada saat ini meriam bambu sudah jarang sekali terdengar dentumannya karena anak-anak lebih suka bermain petasan karena dianggap lebih praktis dan kekinian.

  • Ketapel

Ketapel merupakan mainan tradisional yang sangat sederhana, bahan dasar nya pun sangat gampang ditemukan karena terbuat dari batang pohon kecil atau kayu yang dibentuk huruf Y. Bagian atasnya (kanan dan kiri) diikat dengan karet yang menyatu dan ditengahnya diikat sebuah kulit atau kain sebagai tempat kerikil di lontarkan.

Ketapel biasa dimainkan anak-anak terdahulu untuk berburu burung atau sekedar berlomba mengenai target yang ditentukan. Saat ini ketapel sudah sangat jarang dimainkan, anak-anak lebih memilih jenis permainan yang berbasis online.

  • Lompat Tali

Lompat tali adalah jenis mainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak-anak perempuan jaman dulu. Permainan ini merupakan permaninan tim dan memerlukan kerjasama yang baik. Tali yang digunakan umumnya terbuat dari karet gelang yang disambung sedemikian rupa hingga membentuk tali yang panjang.

Cara memainkannya sangat sederhana, biasanya membutuhkan minimal 3 orang dimana 2 orang bertugas untuk memegangi tali di setiap sisi dan 1 orang berada di tengah untuk melompati tali yang diayunkan. Biasanya setiap orang saling bergantian untuk melompat dan pemenangnya ditentukan oleh jumlah lompatan bersih yang berhasil dimainkan tanpa menyentuh tali yang berayun.

  • Egrang

Egrang merupakan jenis mainan tradisional yang sangat membutuhkan ketenangan dan keseimbangan dari penggunanya, karena jenis permainan ini memang cukup sulit untuk dimainkan.

Permainan egrang menggunakan dua buah bambu yang dipasang pijakan untuk digunakan sebagai tumpuan kaki bagi pemainnya. Biasanya egrang dimainkan oleh beberapa orang sebagai bentuk perlombaan dimana pemenangnya merupakan pemain yang bisa berjalan lebih jauh dari yang lainnya tanpa terjatuh.

Cara Melestarikan Mainan Tradisional Di Zaman Modern Saat Ini

Cara Melestarikan Mainan Tradisional Di Zaman Modern Saat Ini

Sekarang ini Mainan Tradisional mulai banyak dilupakan oleh kalangan masyarakat indonesia. karena memang sekaarang ini keberadaan mainan tardisional mulai tergusuroleh kehadiran berbagai mainan modern seperti smartphone, PS dan yang lainnya. Padahal perlu  kalian ketahui bahwa alat elektronik seperti smartphone tersebut tidak cocok apabila dimainkan oleh anak anak karena terdapat banyak sekali konten negative yang terdapat pada smartphone.

Cara Melestarikan Mainan Tradisional Di Zaman Modern Saat Ini

Maka dari itu bagi kalian para orang tua yang memiliki anak kecil ada baiknya apabila kalian tidak memberikan smartphone untuk anak kalian. dan lebih kalian apabila kalian mengenalkan  berbagai Mainan Tradisional kepada anak kalian. karena memang permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang harus kita kenalkan kepada para generasi penerus bangsa yaitu anak anak kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional di kalangan anak anak. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai cara melestarikan permainan tardisional ada baiaknya apabila kalian mengetahui terlebih dahulu mengenai macam macam jenis permainan tardisional yang ada di indonesia. beberapa jenis permainan tradisional tersebut antara lain yaitu sebagai berikut.

  • Permainan petak umpet, yang mana permainan ini mulai banyak dilupakan oleh para anak kecil padahal pada zaman dulu petakumpet merupakan salah satu permainan yang mengasikkan.
  • Permainan bola bekel, perlu kalian ketahui bahwa bola bekel merupakan salah satu permainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak perempuan di zaman dahulu.
  • Lompat tali, yang mana permainan ini merupakan salah satu permainan tradisional yang menggunakan karet untuk alat permainannya yang pastinya akan membuat kalian asik dan lupa waktu ketika memainkannya.
  • Congkak, yang mana permainan ini menggunakan alat yang memiliki 12 lubang dan batu untuk memainaknnya
  • Egrang, permainan tradisional yang satu ini pastinya akan membuat kalian lupa waktu ketika memainkanya dan permainan ini merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.

Itu tadi beberapa jenis permainan tradisional yang ada di indonesia yang perlu untuk dijaga agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak anak kita. Dan untuk bisa melestarikan permainan tradisional tersebut berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan permainan tardisional antara lain yaitu sebagai berikut.

  • Untuk tetap menjaga permaian tradisional tetap eksis maka harus ada perlombaan rutin yang perlu dilakukan setiap ada hari besar terutama saat tangga 17 agustus yang merupakan hari kemerdekaan indonesia.
  • Orang tua harus  memperkenalkan permainan tradisional kepada anak anaknya
  • Acara TV harus di selingi dengan acara edukasi seputar permainan tradisional
  • Agar permainan tetap eksisi maka mainan tradisionalnya sendiri harus di buat inovasi produk agar lebih menarik minat anak anak untuk memainkannya.

Demikian itu tadi beberapa informasi yang bisa saya sampaikan terkait dengan Mainan Tradisional yang bisa saya sampaikan semoga informasi tadi bisa bermanfaat buat kalian.

Mengenal 4 Macam Mainan Tradisional yang Unik dari Negeri Jepang

Jika mendengar mainan dari negara Jepang, tentu kita akan langsung teringat pada beberapa jenis permainan seperti Nintendo, Tamagochi, PlayStation hingga aneka robot canggih yang dapat membantu pekerjaan manusia. Namun ternyata jauh sebelum teknologi komputerisasi diterapkan pada permainan di Jepang, orang-orang Jepang sudah lebih dulu mengenal aneka jenis mainan tradisional tak berbeda jauh dengan negara lain seperti Indonesia. Bahkan beberapa jenis permainan di Jepang masih sering dimainkan hingga saat ini. Apa saja permainan tradisional dari negeri Sakura tersebut? Ini dia:

  • Hanetsuki.

Hanetsuki ini hampir mirip seperti permainan badminton, hanya saja tidak menggunakan net dan raket yang digunakan pun unik, yakni seperti papan dari kayu berbentuk persegi panjang dan bertangkai pendek. Raketnya ini disebut dengan hagoita. Ada 2 cara permainan Hanetsuki, pertama saling memukul dan menerima shuttlecock layaknya permainan badminton dan yang kedua adalah dengan bersaing memukul shuttlecock setinggi-tingginya selama mungkin. Pemain yang gagal dalam memukul atau menerima kok akan mendapat hukuman berupa coretan di wajah.

  • Takeuma (egrang).

Ternyata bukan cuma Indonesia saja yang mengenal permainan egrang yakni semacam tongkat bambu yang diberi pijakan untuk digunakan berjalan. Tidak diketahui pasti negara manakah yang pertama kali mengenal permainan ini, yang jelas di negara Jepang, permainan egrang ini disebut dengan Takeuma. Cara permainannya pun sama seperti di Indonesia atau negara lain. Hanya saja orang-orang Jepang biasanya memakai kimono atau baju tradisional lainnya pada saat melakukan permainan ini. Mainan tradisional ini membutuhkan keseimbangan badan dan kekuatan kaki yang baik.

Baca Juga:Mainan Tradisional Indonesia yang Pernah Populer di Masanya

  • Kendama.

Kendama merupakan mainan dari Jepang yang paling sering kita lihat di berbagai film anime Jepang. Permainan ini menggunakan sebuah bola dengan sebuah lubang yang umumnya berwarna merah yang diikatkan pada semacam gagang yang bentuknya hampir mirip seperti palu, dengan kedua sisi cekung dan bagian atas tengah gagangnya runcing seperti tanduk Unicorn. Cara bermain Kendama adalah dengan memukulkan bola yang terikat menggunakan sisi yang cekung serta bagian bawah gagang kemudian bola ditusukkan pada bagian runcing yang ada di gagang tadi. Meski terlihat sepele namun permainan ini ternyata cukup susah.

  • Daruma Otoshi.

Permainan Daruma Otoshi ini menggunakan sebuah boneka Daruma yang terdiri dari 5 bagian yang warnanya seperti pelangi (biru, merah, kuning dan hijau) serta bagian paling atas berbentuk kepala boneka yang bergambar wajah yang berwarna serupa kayu. Cara memainkan mainan tradisional Jepang ini adalah dengan memukul salah satu bagian boneka Daruma dengan menggunakan palu, namun bagian lainnya pada boneka tersebut tidak boleh sampai jatuh atau berhamburan.

 

Mainan Tradisional Indonesia yang Pernah Populer di Masanya

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang unik dan luhur. Permainan tradisional juga merupakan bagian dari keanekaragaman budaya tersebut. Ada banyak sekali permainan tradisional yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera dan sebagainya. Ironisnya, seiring berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi, permainan-permainan tradisional ini mulai tergeser dengan kehadiran gadget dan aneka permainan modern lainnya. Berbagai macam mainan tradisional di bawah ini bisa membuat Anda mengenang masa kecil yang menyenangkan beberapa tahun silam:

  • Bola bekel.

Bola bekel merupakan permainan tradisional yang lebih sering dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan ini menggunakan sebuah bola kecil yang terbuat dari karet dengan sekoci yang terbuat dari tembaga/kuningan yang berjumlah 6. Sekoci inilah yang dinamakan bekel. Cara memainkannya adalah dengan memantulkan bola karet tersebut lalu mengambil satu per satu bekel atau membalikkannya sesuai urutan. Meski terlihat sepele, permainan ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan juga kelincahan jari-jari tangan.

  • Gundu atau kelereng.

Bagi anak laki-laki, mainan ini tentu sudah tidak asing lagi. Gundu atau kelereng merupakan sejenis bola-bola yang amat kecil yang terbuat dari kaca yang berwarna-warni. Permainan ini cukup mudah, hanya dengan menjentikkan kelereng milik sendiri agar beradu atau mengenai kelereng orang lain dari sudut atau posisi tertentu, jika benar-benar mengenai maka kelereng milik lawan jadi milik kita. Permainan ini dimainkan oleh 2 hingga 7 orang pemain. Sayangnya, saat ini sudah cukup sulit menemukan orang yang menjual mainan tradisional satu ini.

 Ada banyak sekali permainan tradisional yang masih bertahan di zaman modern ini, Lihat selengkapnya di hobibanget.com

  • Egrang.

Egrang merupakan permainan tradisional yang populer di kalangan masyarakat Betawi/Jakarta. Mainan ini terbuat dari bilah kayu dengan pijakan yang terletak 15-30 cm dari bagian dasar bilah. Permainan ini sebenarnya cukup sulit, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berjalan dengan mudah di atas bilah egrang ini. Kebanyakan orang yang baru saja mencobanya, biasanya akan terjatuh. Permainan ini mengandalkan kekuatan dan keseimbangan fisik yang baik. Egrang masih sering dilombakan dalam acara 17 Agustus-an di kampung-kampung.

  • Congklak.

Congklak adalah satu dari sekian banyak mainan tradisional asli Indonesia yang sangat populer. Sebab tak hanya satu daerah saja yang memilki permainan ini, ada banyak daerah di Indonesia yang juga memainkan permainan ini. Di tanah Jawa, congklak lebih dikenal dengan istilah “dakon”. Congklak merupakan permainan yang terdiri dari sebilah papan yang terbuat dari kayu atau plastik dengan banyak lubang dan juga biji-biji congklak yang disebut dengan “kecik” berjumlah 98 buah. Biji congklak bisa terbuat dari cangkang kerang laut, kayu, batu, hingga biji-bijian, seperti biji buah sawo sebagai pengganti biji congklak.

 

Mainan Tradisional Anak Indonesia yang Masih Ada Hingga Saat Ini

Bentuk hiburan rakyat Indonesia kian lama memang kian mengalami perubahan, dari dulunya hiburan yang bisa didapatkan secara gratis hingga sekarang ini semuanya hanya bisa didapatkan dengan mengeluarkan uang atau biaya. Namun jika dilihat masih banyak diantara anak-anak Indonesia yang senang memainkan mainan tradisional. Tentunya menjadi sebuah kebanggaan karena paling tidak budaya dalam negeri akan terus lestari hingga ratusan tahun mendatang, selama masih banyak anak negeri yang melestarikannya.

Dibandingkan dengan mainan modern sebenarnya mainan tradisional sendiri menawarkan lebih banyak manfaat bagi anak-anak. Diantaranya adalah dari segi pembentukan hiburan sosial dengan orang lain. Kebanyakan diantara permainan tradisional memang hanya bisa dimainkan bersama. Tidak seperti permainan modern, cukup mengandalkan sebuah gadget saja semua bentuk hiburan bisa didapatkan. Hal inilah yang kemudian bisa memicu sikap individualisme dalam diri anak-anak, mereka menjadi sulit bergaul dengan lingkungannya.

Untuk itu tak ada salahnya memperkenalkan mereka dengan permainan tradisional yang masih ada hingga saat ini, seperti diantaranya adalah:

 Lihat juga beberapa permainan tradisional yang hampir hilang di telan zaman, baca selengkapnya di hobibanget.com

  1. Balap karung, permainan yang satu ini biasanya hanya diadakan ketika event 17 Agustus sebagai bentuk pertandingan atau lomba. Caranya adalah satu anak harus masuk kedalam karung dan berlomba mencapai garis finis dengan cara melompat. Siapa yang paling cepat melewati garis finis maka ialah pemenangnya.
  2. Bermain bola bekel, permainan ini umumnya dimainkan oleh anak perempuan, mengandalkan sarana sebuah bola dengan bekel berjumlah 4 hingga 5 buah dengan teknik tertentu. Siapa yang paling cepat menyelesaikan permainan maka ialah nantinya yang akan menang.
  3. Bermain congklak, congklak sebenarnya sebuah alat bermain yang terbuat dari kayu dan memiliki beberapa bagian cekung berjumlah 16 buah. Diisi dengan batu atau biji salak. Permainan yang satu ini mengandalkan kemampuan otak dan juga keberuntungan. Umumnya anak perempuanlah yang senang bermain congklak.
  4. Egrang, permainan yang satu ini terbilang cukup berbahaya, karena harus membekali diri dengan keberanian dan juga keseimbangan untuk bisa menang. Dengan berdiri di sebuah kayu bambu pajang dan berjalan menuju ke garis finis. Egrang ini juga sering kali dijadikan sebagai salah satu pertandingan ketika 17 Agustus.
  5. Engklek, engklek bisa dimainkan oleh perempuan ataupun laki-laki dengan berjalan menggunakan satu kaki. Banyak yang menyebutkan bahwa permainan ini pertama kali dibawa oleh negara Inggris yang menjajah Indonesia, karena negara tersebut nyatanya juga memiliki permainan tradisional serupa.

Setidaknya 5 jenis permainan tradisional tersebut tak akan punah ketika masih banyak anak-anak yang mau memainkannya. Mainan tradisional yang digunakan juga banyak dijumpai di pasaran dengan harga murah. Bahkan tak jarang diantaranya yang isa didapatkan secara gratis.