Tag Archives: berkebun singkong

Cara Berkebun Singkong yang Menghasilkan

Singkong, ubi kayu, ketela pohon atau yang dalam bahasa latin disebut Manihot Utilissima adalah salah satu bahan pokok sumber karbohidrat selain padi dan jagung. Konon, tanaman ini berasal dari daratan Amerika Selatan, menyebar Brazil, Paraguay hingga sekarang ke berbagai belahan dunia. Ternyata cara berkebun singkong yang menghasilkan itu mudah.

Banyak manfaat yang dihasilkan dari menanam jenis umbi yang satu ini. Tak hanya pangan, terrnyata kandungan di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk produk kosmetik, obat-obatan, bahan baku kertas dan energi. Daunnya yang muda bisa dimanfaatkan untuk bahan sayuran dan makanan ternak. Umbinya dijadikan bahan dasar pembuatan tepung tapioka, gaplek, gula cair, bioethanol dan biokerosin, tepung modified cassava flour (mocaf), sagu kasbi, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingat lagu Koes Plus yang judulnya Kolam Susu, di mana terdapat lirik ‘orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman’ banyak orang mempersepsikan tongkat kayu dan batu di lirik tersebut adalah umbi-umbian. Proses penanamannya mudah sehingga dikenal sebagai tanaman yang bisa tumbuh di mana saja dengan kondisi apa saja. Meskipun demikian, ada teknik khusus agar umbi yang dihasilkan berproduksi baik yaitu lingkungan cocok sebab tanaman ini membutuhkan sinar matahari cukup sepanjang hari, iklim bercurah hujan antara 1500 – 2500 mm/tahun, suhu udara minimum 10  derajat celcius dengan kelembaban 60-65%, juga tanahnya yang kaya bahan organik, subur, gembur dan tidak terlalu liat dan porous.

Baca Juga : Cara Berkebun Dengan Memanfaatkan Pekarangan Menjadi Kebun Mini

Persiapan lainnya adalah bahwa langkah pengembangbiakan jenis tanaman ini adalah dengan stek batang, yaitu dengan memotong-motong batang singkong ± 20 cm. Bagian yang baik untuk dijadikan bibit itu berada di bagian tengah atau sekitar 30 cm di atas pangkal batang dan 30 cm di bawah daun terbawah yang masih menempel ketika panen. Disarankan untuk memotong miring batang stek agar lebih banyak akar yang tumbuh.

Setelah dipotong, segera tanam batang stek sedalam 1/3 dari panjang batang stek. Perhatikan mata tunas di batang stek, jangan sampai terbalik. Penanaman sebaiknya di awal musim hujan karena usia 0-5 bulan, tanaman ini membutuhkan air dan rentan terhadap musim kemarau.

Hal yang perlu dilakukan setelah penanaman adalah perawatan. Bagi bibit ubi yang tidak tumbuh sempurna, Anda bisa menggantinya dengan yang baru agar pertumbuhannya merata. Bersihkan gulma dan tanaman liar di sekitar tanaman agar tidak mengganggu laju pertumbuhan. Sebaiknya, tiap tanaman ini memiliki 2 hingga 3 cabang saja. Kelebihan cabang, Anda bisa memangkasnya. Terpenting adalah pemupukan. Lakukan penyiraman secara berkala jika menghadapi kekeringan. Begitulah cara berkebun singkong, simpel, kan?

Masa terakhir adalah panen. Pemanenan dilakukan di usia 10 hingga 12 bulan. Caranya dengan mencabut seluruh umbi yang ada di dalam tanah. Bila perlu, gunakan garpu tanah untuk mengambil umbi yang tertinggal di dalam tanah.

Selamat berkebun!