Tag Archives: Alat musik tradisional

Mengenal Lebih Dekat dengan Alat Musik Tradisional dari Berbagai Negara

Mengenal Lebih Dekat dengan Alat Musik Tradisional dari Berbagai Negara

Alat musik tradisional merupakan alat musik khas dari suatu wilayah atau negara tertentu. Misalnya saja Indonesia yang mempunyai banyak pulau dan kebudayaan di berbagai daerahnya mempunyai alat musik khas sehingga sangat kaya. Seperti misalnya ada gamelan yang terkenal dari Jawa, Angklung dari Sunda, Sasando, dan masih banyak alat musik lainnya yang dimiliki oleh Indonesia. Selain dari dalam negeri alat musik tersebut juga dimiliki oleh negara lainnya. Misalnya saja beberapa negara yang mempunyai alat musik khas adalah:

 Mengenal Lebih Dekat dengan Alat Musik Tradisional dari Berbagai Negara

  • Shakuhachi

Jenis alat musik khas yang pertama dari negara tirai bambu yaitu dari Jepang atau yang disebut juga negara matahari terbit. Jenis alat musik ini masih banyak bisa ditemui di Jepang dan digunakan oleh para seniman serta penduduk setempat. Shakuhaci juga banyak diminati oleh internasional karena mempunyai bentuk dan cara main yang unik. Dimana alat ini berbahan dari bambu dan pertama kali di bawa oleh bangsa Tiongkok pada abad ke 8. Cara main alat musik Shakuhachi ini sendiri dengan cara ditiup dan mempunyai bentuk seperti suling akan tetapi lebih besar dan juga harganya lebih mahal.

  • Khene

Jenis alat musik tradisional selanjutnya adalah Khene atau yang dibaca kaen dan merupakan alat musik dari negara gajah putih, Thailand. Alat ini juga dimainkan dengan cara ditiup dan juga digunakan oleh masyarakat yang ada di Kamboja dan Laos. Ketika ditiup alat ini akan menghasilkan suara yang indah seperti suara yang keluar dari alat musik biola. Sehingga sangat diminati oleh masyarakat terutama masyarakat luar karena mempunyai keunikan sendiri.

  • Agung A Tamlang

Alat musik selanjutnya datang dari negara Filipina yang mempunyai bentuk mirip dengan kentong yang ada di Indonesia. Alat musik ini juga dibuat dari bambu dan mempunyai motif yang digambar sehingga akan lebih menarik. Cara memainkannya juga seperti kentongan yang dengan mudah ditemui yaitu dengan cara diketuk atau dipukul dengan bambu yang lebih tipis sebagai pemukulnya. Sehingga suara yang dihasilkan juga sudah sangat dikenal dan akrab ditelinga masyarakat Indonesia walaupun apabila di Indonesia kentongan lebih digunakan sebagai alat untuk peringatan dini bukan sebagai alat musik.

  • Ocarina

Alat musik tradisional dari bahan bambu lainnya adalah Ocarina yang berasal dari Argentina. Alat musik ini mempunyai bentuk yang kecil segenggaman tangan dan mempunyai beberapa lubang untuk menghasilkan nada dasar apabila digunakan. Sehingga suara yang dihasilkan pada umumnya tinggi hingga kecil tergantung dari lubang yang ditiup. Ocarina ini biasanya digunakan untuk mengiringi lagu daerah di Argentina dan juga menarik masyarakat atau wisatawan luar karena mempunyai bentuk yang menarik dengan cara penggunaan yang harus berlatih terlebih dahulu.

10+ Nama Alat Musik Tradisional Indonesia Lengkap dengan Daerah Asalnya

10+ Nama Alat Musik Tradisional Indonesia Lengkap dengan Daerah Asalnya

Salah satu bentuk dari keanekaragaman budaya Indonesia ialah berupa alat musik tradisional. Masing-masing daerah mempunyai Alat musik dengan nama dan kegunaan yang unik. Memang sudah sepatutnya kekayaan budaya dari 33 provinsi di tanah air diketahui lebih dalam. Salah satu caranya yakni dengan menambah wawasan mengenai nama sekaligus daerah asal dari alat musik daerah sebagaimana berikut.

10+ Nama Alat Musik Tradisional Indonesia Lengkap dengan Daerah Asalnya

  • Angklung

Angklung berasal dari Jawa barat. Jenis bunyi yang dihasilkan termasuk Ideofon. Cara memainkan alat musik angklung yaitu digerakkan menggunakan tangan.

  • Gamelan

Gamelan berasal dari Jawa Tengah. Jenis suara yang dihasilkan berupa Ideofon. Cara memainkannya yakni dipukul – pukul dengan alat pemukul.

  • Gendang

Gendang berasal dari Yogyakarta. Jenis bunyi yang dimiliki alat ini ialah Ideofon. Cara memainkannya dengan ditepuk di area lunak menggunakan telapak tangan.

 

  • Serune Kale

Nanggroe Aceh Darussalam mempunyai alat musik tradisional bernama Sarune Kale. Bunyi yang dihasilkan alat tersebut berasal dari hembusan angin atau termasuk jenis Aerofon. Cara menggunakan serune kale adalah dengan ditiup. Sedangkan untuk mengatur nada yang ada di lubangnya bisa dan menggunakan jari.

  • Aramba

Daerah sumatera utara tepatnya dari Pulau Nias memiliki alat musik bernama Aramba. jenis bunyi yang dihasilkan Aramba ialah Ideofon karena berasal dari bahan dasarnya. Alat ini dipakai dengan cara dipukul menggunakan pemukul seperti stik.

  • Saluang

Saluang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Alat ini menghasilkan bunyi yang berasal dari hembusan angin atau Aerofon. Cara menggunakannya dengan ditiup lalu gunakan jari tangan untuk menutup lubang yang ada saat mengatur nada.

  • Doll

Doll berasal dari Bengkulu. Jenis bunyi yang dihasilkan termasuk Membranofon, yakni jenis bunyi yang asalnya dari memukul. Jadi, cara menggunakannya tentu saja dengan dipukul memakai alat pemukul.

  • Bende

Bende berasal dari Lampung. Jenis bunyi yang dihasilkan berupa Ideofon atau yang berasal dari bahan dasarnya. Cara menggunakan alat ini ialah dipukul dengan alat pukul yang khusus. .

  • Tehyan

Daerah ibu kota Jakarta memiliki alat musik bernama Tehyan. Jenis suara yang dihasilkan ialah Kordofon. Cara memainkannya hampir sama dengan biola yakni dengan digesek di bagian dawai atau senarnya.

  • Talempong

Talempong berasal dari Sumatera Barat. Cara memainkannya dipukul menggunakan kayu. Bentuk talempong sendiri mirip dengan alat musik bonang dari Jawa Tengah.

  • Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi berasal dari Sumatera Barat. Bentuk alat ini diperoleh ruas batang padi yang sudah tua dan berbuku. Cara memainkannya yaitu dengan ditiup.  

  • Gambus

Gambus berasal dari Riau. Bunyi yang dihasilkan jenis Kordofon yakni berasal dari dawai atau senar. Umumnya, alat ini memiliki 3 senar hingga 12 senar. Gambus sendiri sering disandingkan bersama iringan gendang saat dimainkan.

  • Serangko

Serangko berasal dari Jambi. Alat musik tradisional ini terbuat dari tanduk kerbau. Cara menggunakan Serangko adalah dengan ditiup. Masyarakat jambi biasa menggunakan serangko sebagai pemberitahuan jika ada musibah.

  • Accordion

Accoridon berasal dari Sumatera Selatan. Jenis bunyi yang dihasilkan berupa Aerofon, yakni berasal dari hembusan nafas. Cara menggunakannya dengan ditiup. Untuk mengatur nada bisa menggunakan jari-jari tangan.

 

Alat Musik Tradisional Indonesia Harus Tetap Dilestarikan

Alat Musik Tradisional Indonesia Harus Tetap Dilestarikan

Sebagai negara yang memiliki banyak suku, tidak heran jika Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dalam berbagai hal. Mulai dari bahasa, adat, hingga lata musik. Selain memiliki keberagaman masyarakatnya, Indonesia juga memiliki banyak sekali alat musik tradisional yang sudah seharusnya harus terus dilestarikan.

Alat Musik Tradisional Indonesia Harus Tetap Dilestarikan

Alat musik tradisional Indonesia perlu dilestarikan agar tidak punah, dan hilang begitu saja. Selain itu juga, alat musik tradisional juga diajarkan pada generasi muda agar mereka menyadari betapa pentingnya menjaga warisan para pendahulu. Banyak sekali alat musik tradisional Indonesia yang memprihatinkan karena hampir tidak ada yang melestarikannya. Karena alat musik tradisional juga bisa dijadikan sebagai identitas suatu suku.

Banyak sekali macam – macam alat tradisional yang ada di Indonesia. Seperti halnya angklung yang berasal dari Jawa Barat. Hebatnya, alat musik tradisional yang satu ini sudah mendunia dan juga populer. Alat musik yang terbuat dari bambu ini biasanya digunakan untuk mengiringi sebuah pertunjukan lagu, wayang dan kesenian lainnya. Namun kini tidak sedikit musik – musick modern juga memanfaatkan alunan angklung dalam musik mereka.

Bukan hanya angklung, ada juga alat musik kolintang yang berasal dari Sulawesi Utara. Lebih tepatnya lagi kolintang ini berasal dari Minahasa. Alat musik tradisional ini jika dipukul akan mengeluarkan alunan suara yang sangat indah.

Lalu ada alat musik tradisional Aramba. Alat musik ini berasal dari daerah Sumatera khusunya daerah Nias. Alat musik ini terbuat dari bahan kuningan. Aramaba ini mirip dengan gamelan. Cara memainkannya juga dipukul dan bentuknya memiliki tonjolan di bagian atasnya. Namun bedanya dengan gamelan, Aramba ini diletakkan dengan cara digantung. Alat musik ini biasanya digunakan untuk acara – acara tertentu, seperti acara pernikahan atau juga upacara – upacara adat.

Alat musik tradsional dari Indonesia juga ada yang cara memainkannya dipektik, yaitu kecapi. Alat musik tradisional ini memiliki cukup banyak senar yang dikaitkan dengan kayu berbentuk segi empat yang tidak simetris.

Semua alat – alat musik tradisional yang seperti apa bentuk dan cara memainkannya haruslah terus dilestarikan dan dijaga. Bukan hanya agar tidak punah, tetapi juga untuk melestarikan warisan para pendahulu. Kalau bukan generasi muda yang meneruskannya lalu siapa lagi?

Alat –alat musik tradisional sebenarnya juga tidak kalah keren dengan alat musik modern, hanya saja perkembangan teknologinya yang berbeda.

Indonesia ini bukan hanya kaya akan kondisi alamnya, tetapi juga adat dan kebudayaan masyarakatnya. Alat musik tradisional yang ada juga sebagai bentuk kreatifitas yang diciptakan oleh masyarakat Indonesia zaman dulu karena ini membuktikan bahwa kesenian memang sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia. Selain itu, alat musik tradisional juga sebagai identitas. Maka, sangatlah penting alat –alat musik tradisional tetap dijaga dan dilestarikan.

4 Jenis Alat Musik Tradisional Khas Dari Indonesia Timur

Indonesia timur merupakan bagian wilayah yang berada di timur Indonesia yang meliputi pulau besar dan juga mempunyai keindahan alam yang masih asri. Beberapa diantaranya misalnya pulau Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan berbagai pulau lainnya. Selain mempunyai pulau yang pemandangannya masih asri, pulau di Indonesia timur ini juga mempunyai kebudayaan yang menarik. Misalnya dari kain, tarian, pakaian adat, dan juga dari alat musik yang dipunyainya. Ada beberapa jenis alat musik tradisional yang mempunyai bentuk dan cara main yang unik. Misalnya beberapa jenis alat musik khas dari bagian Indonesia timur ini adalah sebagai berikut:

  • Tifa

Jenis alat musik pertama yang berasal ari Indonesia bagian timur adalah tifa. Jenis alat ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan kendang dan juga cara mainnya yang dengan dipukul. Jenis alat musik ini sendiri berasal dan dapat ditemukan dengan mudah di bagian Maluku dan juga Papua. Bahan alat musik ini sendiri menggunakan kayu dan mempunyai lubang di tengahnya. Tifa sendiri mempunyai beberapa jenis yang ada seperti jenis tifa jekir, tifa potong, tifa dasar, tifa jekir potong, dan ada juga tifa pas.

  • Sasando

Jenis alat musik tradisional ini lumayan dikenal di Indonesia yang bernama sasando. Jenis alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik dan berasal dari pulau Rote yang berada di daerah Nusa Tenggara Timur. Nama sasando sendiri berasal dari bahasa asli pulau tersebut yaitu sasandu yang mempunyai arti alat yang berbunyi. Bentuk dari sasando ini mempunyai bentuk seperti alat musik petik lainnya dan mempunyai ciri khas dengan bentuk setengah bawang sehingga membuat bentuknya lebih indah.

  • FU

Jenis alat musik lainnya yang berasal dari Indonesia bagian timur bernama FU. Jenis ini berasal dari Maluku Utara dan mempunyai cara memainkannya dengan tiup. Jenis alat musik ini dapat menghasilkan bunyi aerofon dan mempunyai bentuk yang khas. Karena alat ini berasal dari kerang yang dapat menghasilkan bunyi yang indah. Alat musik ini biasanya digunakan untuk beragam kegiatan di Maluku Utara dan dapat untuk mengiringi lagu-lagu tradisional dan upacara yang ada di pulau timur tersebut.

  • Guoto

Dan jenis alat musik tradisional terakhir yang berasal dari Indonesia timur adalah guoto. Jenis ini berasal dari wilayah Papua Barat dan menghasilkan jenis bunyi kordofon. Alat musik yang satu ini sendiri mempunyai cara bermain dengan dipetik dan mempunyai beberapa senar yang ada. Bentuknya seperti kendang akan tetapi mempunyai badan yang lebih ramping sehingga dapat dengan mudah untuk dibawa dan dimainkan. Alat musik ini sendiri biasanya digunakan untuk upacara adat yang dilakukan di wilayah Papua.

 

Kumpulan Alat Musik Tradisional dan Modern dengan Cara Tiup

Alat musik yang cara memainkannya dengan ditiup umumnya berbentuk tabung dan dilengkapi dengan rongga atau kolom udara didalamnya. Jika dilihat dari sumber bunyinya alat musik tiup merupakan jenis golongan alat musik idofon. Tahukah Anda ternyata banyak alat musik tradisional yang merupakan jenis idofon. Jadi tinggi rendahnya nada itu ditentukan oleh besar atau panjangnya rongga yang terdapat pada alat musik tersebut. Contohnya suling, alat tersebut akan terdengar merdu jika mempunyai rongga yang panjang dan begitu pula untuk jenis alat musik lainnya.

Jika dilihat dari bentuknya, alat musik tiup dibagi menjadi dua yaitu alat musik yang terbuat dari logam dan juga alat musik yang terbuat dari kayu. Berikut ini beberapa contoh alat musik tiup yang berada di nusantara Indonesia, antara lain:

  • Tahuri dari Maluku Utara.

Banyak orang yang menyebutnya Tahuri, sebagai alat musik khas Maluku yang berbentuk terompet dan terbuat dari kerang yang berukuran kecil, besar atau raksasa. Untuk cara membuatnya sendiri cukup mudah, dari kerang yang telah dicuci sampai dengan bersih dan kemudian di lubangi di beberapa bagian. Untuk kerang yang mempunyai ukuran kecil akan menghasilkan nada yang tinggi sedangkan untuk kerang yang berukuran besar akan menghasilkan nada yang lebih rendah.

  • Serunai dari Sumatra Barat.

Kemudian ada lagi alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup yaitu Serunai atau orang sering menyebutnya dengan puput serunai. Alat ini mempunyai bentuk ujung yang mengembang dan berfungsi untuk memperbesar volume suara yang dihasilkan. Ada serunai yang terbuat dari batang padi dan cara mengatur nadanya dengan membuka atau menutup bagian yang corong tersebut.

  • Serangko dari Jambi.

Tidak banyak yang mengetahui ternyata tanduk kerbau mempunyai fungsi lain yaitu sebagai alat musik yang dapat menghasilkan suara yang merdu. Orang Jambi menyebutnya dengan nama Serangko yang merupakan tanduk kerbau dan telah disambungkan dengan bambu yang dibagian sisinya telah di lubangi. Pada jaman dahulu alat musik ini digunakan untuk memberikan informasi dari komandan perang saat musuh datang.

Baca Juga: Berbagai Alat Musik Tradisional Khas Jawa yang Terkenal di Dunia

  • Serune kale dari Aceh.

Kemudian ada alat musik ciri khas Aceh dengan bentuk seperti clarinet, dalam beberapa pertunjukan di Aceh alat musik ini digunakan dengan diiringi gendrang, rapai dan alat musik lainnya.

  • Saluang dari Subar.

Dari Minangkabau ada alat musik yang terbuat dari bambu kecil atau talang, tetapi masyarakat disana mempercayai bahwa bahan bagus yang digunakan untuk membuat alat musik ini yaitu dari talang. Alat musik ini hampir mirip dengan seruling tetapi dalam proses pembuatannya alat musik tradisional ini lebih sederhana karena hanya dengan melubangi talang dalam 4 lubang sudah dapat menghasilkan suara yang merdu.

Berbagai Alat Musik Tradisional Khas Jawa yang Terkenal di Dunia

Jawa tengah merupakan salah satu provinsi padat yang ada di pulau Jawa, mempunyai ibu Kota Semarang yang sekarang ini menjadi salah satu kota terkenal. Banyak hal yang istimewa di Jawa tengah, salah satunya alat musik tradisional yang sudah mendunia. Saat ini banyak sekali turis asing yang pergi ke Indonesia hanya untuk belanja alat musiknya. Bahkan di beberapa festival musik dunia banyak musisi Indonesia yang mewakili untuk bermain alat musik di negara orang. Tidak hanya sekali bahkan sudah beberapa kali Indonesia meraih penghargaan di acara dunia karena ciri khas alat musik yang dibawakannya.

Ada yang belum tahu ada apa saja alat musik kuno yang merupakan ciri khas dari daerah Jawa tengah? Berikut ini beberapa jenis alat musik yang banyak digemari warga turis asing, antara lain:

  • Gamelan.

Siapa yang tidak mengetahui alat musik yang mendunia ini, banyak warga negara luar negeri berada di Indonesia hanya untuk mempelajari kesenian alat musik Jawa ini. Gamelan sendiri merupakan ensemble musik yang menonjolkan matalofon, gendang, gong, gambang dan lainnya. Gamel merupakan bahasa jawa yang berarti memukul atau menabuh. Secara tidak langsung alat musik satu ini dapat dimainkan dengan cara memukulnya. Satu keseruan bunyi yang dihasilkan dapat membuat orang jatuh cinta karena sangat selaras dan serasi.

  • Angklung.

Sebenarnya alat musik tradisional satu ini merupakan ciri khas dari Jawa barat, namun tidak ada salahnya jika membahas ini dalam alat musik khas Jawa. Beberapa komunitas pemain angklung sudah banyak mewakili beberapa kali acara besar yang ada diluar negeri. Bahkan bisa dikatakan ini merupakan salah satu alat musik Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara. Dan mulai tahun 2010 bulan November telah secara resmi ditetapkan UNESCO sebagai karya agung warisan budaya lisan dan non bendawi manusia dari Indonesia

  • Bonang.

Alat musik satu ini terbuat dari logam-logam mentah yang diolah seperti kuningan, besi atau lainnya. cara memainkan alat ini cukup dengan memukul dengan alat khusus yang terbuat dari bambu. Yang telah dikenal masyarakat sendiri ada 2 jenis boning yang pertama yaitu boning barung dan boning penerus, keduanya hanya berbeda pada ukurannya saja.

Baca Juga: 4 Jenis Alat Musik Tradisional Indonesia yang Keberadaannya Sudah Mulai Hilang

  • Demung.

Selanjutnya ada alat musik yang menjadi salah satu keluarga dari gamelan, ini merupakan sarong yang mempunyai ukuran besar. Tidak berbeda jauh dengan bonang, demung juga mempunyai dua jenis yang berbeda dan perbedaan dari keduanya ada pada ukuran. Cara memainkannya juga sama yaitu memukul sesuai nada yang ada, perpaduan suara yang dihasilkan dari kedua jenis demung dapat menjalin nada yang sangat menarik dan bervariasi. Sampai sekarang alat musik tradisional satu ini masih sering digunakan di beberapa acara musik jawa.

 

4 Jenis Alat Musik Tradisional Indonesia yang Keberadaannya Sudah Mulai Hilang

Musik merupakan bagian yang sangat penting untuk membuat hidup lebih berwarna, bahkan dibandingkan dengan industri hiburan yang lainnya, maka industri musik ini terbilang yang paling menjanjikan. Ada banyak sekali jenis aliran musik yang ditawarkan dan juga bintang-bintang baru yang selalu menghiasi layar kaca. Hal inilah yang membuat musik tradisional mulai dilupakan. Padahal sebenarnya sejarah musik modern saat ini tak lepas dari adanya alat musik tradisional.

Masyarakat sendiri sebenarnya masih bisa mendengarkan musik-musik tradisional di beberapa acara, seperti diantaranya adalah pertunjukan wayang, ataupun juga acara-acara pernikahan di daerah pedesaan. Biasanya mereka masih menggunakan musik tradisional sebagai pengiring. Penting juga bagi masyarakat Indonesia paling tidak mengetahui beberapa jenis alat musik tradisional khas Indonesia. Khususnya adalah yang sudah mulai punah atau jarang digunakan lagi, diantaranya adalah:

  1. Pupuik tanduak, alat musik ini terbuat dari tanduk kerbau yang bisa mengeluarkan suara jika ditiup. Hampir sama dengan sebuah terompet, namun bunyi yang dihasilkan jauh lebih berat. Karena keberadaan kerbau sendiri sudah sangat jarang, alat musik yang satu ini juga sudah jarang ditemukan. Apalagi karena mulai tergeser dengan alat musik modern yang ada.
  2. Genggong, alat musik yang satu ini berasal dari kawasan Sumatera Selatan, ia dimainkan dengan cara meniupnya seperti sebuah harmonika ukurannya sangat kecil dan dalam 2 bagian, keberadaannya sudah jarang lagi ditemukan, apalagi sudah jarang diantara masyarakat yang bisa memainkannya.
  3. Hapetan, alat musik sejenis kecapi yang dimainkan dengan cara memetiknya karena memiliki dawai, alat musik dari daerah Tapanuli ini sendiri sudah mulai jarang ditemukan. Keberadaannya sebenarnya tersebar hingga ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, seperti diantaranya adalah Sulawesi dan juga Kalimantan Selatan.
  4. Pupuik batang padi, sebenarnya tak jauh berbeda dengan pupuik tanduak yang dimainkan dengan cara meniupnya, hanya saja bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuik ini adalah dari batang padi dengan lilitan janur. Sehingga suara yang dihasilkan juga sangat melengking. Biasanya alat musik yang satu ini dimainkan ketika upacara adat. Hanya saja semakin lama upacara-upacara adat tersebut juga kian ditinggalkan, sehingga keberadaan pupuik batang padi juga mulai hilang.

Sangat penting sebenarnya sebagai masyarakat Indonesia untuk melestarikan warisan budaya, bukan hanya dalam bentuk bahasa ataupun kulinernya saja, melainkan juga alat musik tradisional. Bahkan akan jauh lebih baik jika bisa menggunakan dan memainkan lagu daerah dengan menggunakan alat musik tersebut. Karena berbeda dengan alat musik modern yang banyak dijual di pasaran, maka alat musik khas daerah harus dibuat sendiri, hal inilah yang membuat keberadaannya kian lama kian ditinggalkan, karena konsumennya semakin sedikit bahkan hilang.