P3K Cara Merawat Kucing yang Sakit

Ketika kita menjadikan hewan sebagai peliharaan, sebenarnya kita telah memasukkan hewan tersebut ke dalam keluarga. Hewan tersebut perlu mendapatkan tempat, makanan, minuman, dan perawatan layaknya manusia. Salah satu hewan yang dijadikan peliharaan adalah kucing. Nah, bagaimana jadinya andai kucing yang kita pelihara itu sakit? Tentunya kita harus membekali diri dengan P3K cara merawat kucing yang sakit.

Sebelum dibawa ke Veterinary (dokter hewan), sebaiknya kita mengenali gejala-gejala kucing sakit yang bisa dilihat dari fisik maupun prilakunya.

Baca Juga : Cara Merawat Kucing Si Primadona dari Persia

Ciri-ciri fisik:

  1. Muntah. Biasanya akan muntah sampai berulang-ulang. Jika hal ini terus terjadi, nafsu makan pun akan berkurang, bahkan hilang.
  2. Bulu kucing rontok. Bedakan antara rontok akibat sedang birahi, makanan tidak cocok atau suhu ruangan kepanasan. Bulu rontok juga bisa disebabkan karena kekurangan vitamin.
  3. Perubahan bentuk tubuh. Apakah ada benjolan atau lainnya. Bisa penyakit itu datang dari dalam tubuh, kita bisa mengeceknya dengan membuka mulutnya. Jika tercium bau yang tidak normal, kemungkinan penyakit tertentu yang sedang merongrong kesehatan kucing kita.
  4. Suhu badan turun.
  5. Lihat kotorannya. Gampang atau tidak. Mencret atau tidak. Berdarah atau tidak.
  6. Telinga, hidung, mata dan mulut sering mengeluarkan cairan berlebihan yang tidak normal.
  7. Sering atau kurang minum

Adapun ciri lain yang bisa kita lihat adalah dari perilakunya. Kucing yang sakit biasanya perilakunya lemah, letih, lesu dan tidak mau makan. Selain itu, ia juga bisa menjadi lebih agresif atau malah sebaliknya.

Setelah kita mengetahui ciri-cirinya, tentunya kita harus tahu langkah awal untuk menangani atau yang sering kita sebut pertolongan pertama. Ada beberapa cara merawat kucing sakit, antara lain:

  1. Makan bubur beras merah. Kita bisa membelinya di warung seperti biasa membeli untuk bayi. Caranya pun mudah. Cukup larutkan bubur beras merah tersebut ke dalam air panas, biarkan mendingin lalu cekokin ke si kucing.
  2. Gula merah dan garam. Sudah ketebak mau dibikin apa? Yup. Dibikin oralit. Gula merah memiliki kandungan kalori yang jauh lebih banyak ketimbang gula putih sehingga hasilnya akan bagus untuk mengembalikan kesehatan kucing.
  3. Beri makan kuning telur. Bisa mentah atau masak. Tolong pisahkan dari putihnya karena bisa menyebakan anemia. Untuk matang, kukus kuning telur, biarkan dingin lalu cekokin ke kucing. Kalau mentah, kita bisa mencampurnya ke dalam sedikit air agar bisa diminum oleh kucing.
  4. Beri suplemen energi atau vitamin B untuk kucing demam agar nafsu makan tetap terjaga.
  5. Bagi kucing yang memiliki gejala seperti bau air liur banyak dan berbau busuk, tidak mau makan, kemaluannya keluar darah, kita bisa memberinya minum air kelapa. Pada kasus keguguran atau masa nifas, air kelapa sangat bagus untuk membersihkan organ dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *