Merawat Boneka Luk Thep

Tren masyarakat di dunia memang tidak bisa ditebak, seperti yang terjadi di Bangkok, Thailand, tren merawat boneka “Luk Thep” atau Child angels (Anak malaikat) kini sedang sangat popular dikalangan masyarakat. Boneka yang berukuran dan berwujud seperti bayi manusia diyakini dapat membawa keberuntungan bagi individu yang merawatnya. Boneka ini bukanlah boneka biasa, melainkan sebuah boneka yang telah diberi “nyawa” atau “roh” melalui upacara khusus yang dilakukan biksu dari jiwa bayi-bayi yang sudah meninggal.

Satu boneka “luk thep” ini dijual dengan harga 2000 – 20.000 Baht (Rp. 750.000 – Rp. 7.500.000) dan sangat popular dikalangan wanita paruh baya, yang seakan merefleksikan rendahnya kesuburan wanita di Thailand saat ini dengan 1.5 anak per individu. Tetapi, seorang pengamat menitikberatkan hal ini lebih kepada betapa kompleksnya kehidupan beragama di Thailand.  Tren ini dipercaya berasal dari praktek kuno “Kuman Thong”, dimana bagian-bagian tubuh bayi yang telah meninggal disimpan di dalam merawat boneka agar roh bayi tersebut tetap hidup. Namun para ahli agama mengatakan bahwa tren ini memiliki kesamaan dengan “jatukam ramathep”, yaitu jenis jimat emas yang dapat memberikan kekayaan dan perlindungan fisik kepada pemakainya.

Para pemilik boneka ini merawat boneka “luk thep” ini seperti bayi mereka sendiri. “anak saya sangat ingin memiliki adik dan teman.di sekolahnya teman-temannya pun memiliki boneka “Luk Thep”. Maka anak saya juga ingin memiliki boneka ini seperti orang lain”, ujar seorang pembeli. Seorang pembawa acara Thailand, Bookoh Thannatchayapan bahkan memberikan pengalamannya setelah membeli boneka ini. “hari pertama aku membeli boneka, aku membawanya berbelanja baju di toko bayi”, ujarnya. “setelah aku membayar baju, aku mendapatkan telepon yang memberitahuku bahwa aku mendapatkan kerjaanku kembali”.  Boneka ini diberi makan, minum, diberi baju yang bagus, bahkan juga diberi layanan special seperti tempat duduk sendiri di restaurant dan pesawat terbang.

Perusahaan kapal terbang Thailand, Thai smile, bahkan memberikan layanan khusus dengan menjual tiket khusus boneka “luk thep” bagi para pemilik yang enggan untuk merawat bonekanya di kolong kursi atau laci barang.  Layanan ini sempat menjadi isu di Thailand sehingga pemerintah pun turun tangan, “menurut aturan penerbangan internasional, penumpang adalah manusia. Sehingga perusahaan penerbangan dilarang untuk menjual tiket untuk boneka.” Ujar pembicara dari pemerintahan Thailand.

Tren ini bukanlah tanpa kontroversi, beberapa oknum menggunakan boneka ini untuk kejahatan. Seperti penyelundupan narkoba melalui pesawat terbang menggunakan boneka “luk thep” yang telah dihentikan polisi di Chiang Mai, sebanyak 200 tablet narkoba bernama yaba ditemukan di dalam tubuh boneka ini. sementara sebuah hotel di Phayao juga telah melarang boneka ini, dikarenakan adanya ketakutan bagi sebagian orang terhadap boneka.