Karinding, Kesenian Alat Musik Sunda yang Hampir Punah

Tanah Priangan begitu Jawa Barat punya julukan, sama halnya seperti daerah lain di Pulau Jawa yang memiliki keanekaragaman budaya dan seni. Bagi kebanyakan orang, mungkin lebih mengenal angklung dan kecapi sebagai bagian dari kesenian musik dari daerah yang terletak di bagian barat Pulau Jawa tersebut. Padahal di kalangan masyarakat Sunda, mungkin sudah tidak asing lagi dengan alat musik karinding. Karinding diperkirakan sudah ada sejak 6 abad yang lalu. Namun yang amat disayangkan, alat musik Sunda satu ini sudah nyaris punah.

Karinding merupakan salah satu alat musik dari Jawa Barat yang mirip dengan alat musik tradisional lainnya seperti rinding (Yogyakarta), dunga (Sulawesi), karindang (Kalimantan) dan genggong (Bali), dimana kesemuanya terbuat dari bahan-bahan yang berasal langsung dari alam. Karinding sendiri terbuat dari batang bambu atau pelepah pohon aren. Ini mengajarkan kita bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan sekaligus cita rasa seni yang luar biasa, dimana mereka dapat mengubah bahan-bahan yang disediakan oleh pepohonan di alam bebas untuk dijadikan berbagai alat musik.

Berbicara mengenai definisi karinding sendiri, berdasarkan Tim Penulisan Naskah Pengembangan Media Kebudayaan Jawa Barat, Karinding merupakan sejenis alat musik Sunda yang dibuat dari pelepah bambu atau kawung dan cara memainkannya adalah dipegang dengan tangan kiri, ditempelkan pada mulut dan dalam hal ini, mulut berperan sebagai resonator serta mengatur tinggi-rendahnya nada yang dihasilkan. Pangkal karinding yang berada di dekat mulut, dipukul-pukul dengan jari tangan kanan untuk menggetarkan cecet ucing (lidah getar) sehingga bisa terdengar suara dari alat musim tersebut.

Menurut informasi yang beredar, karinding juga terbuat dari pelepah pohon aren khusus, yakni pohon aren yang sudah tidak berbuah. Hal ini dikarenakan hanya pohon aren tersebut yang bisa menghasilkan suara yang indah dan khas. Jika didengarkan sepintas, nada yang dihasilkan oleh karinding bernuansa magis dan mistik. Jenis bahan serta desain karindng menunjukkan tempat asal pembuatan, perbedaan usia pembuatan serta jenis kelamin si pemain. Karinding yang dibuat menyerupai susuk sanggul (konde) diperuntukkan bagi perempuan sedangkan karinding untuk laki-laki dibuat dari pelepah kawung berukuran lebih pendek agar dapat disimpan di dalam wadah tembakau.

 Lihat juga beberapa alat musik tradisional yang hampir punah di telan zaman, Baca selengkapnya di hobibanget.com

Hingga saat ini ada beberapa komunitas berisi anak-anak muda Jawa Barat yang meneliti, mengembangkan sekaligus menyebarkan alat musik Sunda buhun ini. Karinding juga pernah dijadikan bahan penelitian oleh beberapa kawula muda di ranah komunitas indie dan underground Bandung. Minor Books dan Bandung Oral History pernah mencatat literaturnya. Salah satu bukti bahwa kesenian tradisional dapat berpadu dengan kesenian musik cadas terwujud dengan berdirinya sebuah band bernama Karinding Attack yang dipelopori oleh Mohammad Rohman alias kang Man, yang notabene merupakan frontman dari band Metal Bandung “Jasad”.