Awas Penyakit Hewan Jembrana Pada Sapi!  

Awas Penyakit Hewan Jembrana Pada Sapi!  

Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara dan juga diperdagangkan sehingga daging, susu ataupun yang lainnya bisa dimanfaatkan. Akan tetapi, sama seperti jenis hewan yang lainnya, sapi juga beresiko terkena penyakit hewan dan salah satu yang paling berat atau parah adalah Jembara yang menyerang jenis sapi Bali atau yang disebut juga dengan Bos sundaicus. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini bisa menyebabkan sapi mati dan menular ke hewan ternak yang lainnya.

 Awas Penyakit Hewan Jembrana Pada Sapi!  

Walaupun sering menyerang sapi Bali, namun, diketahui juga menyerang jenis sapi yang lainnya yaitu sapi ongole, sapi friesian ataupun kerbau walaupun tidak menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Salah satu yang menyebabkan sapi terserang penyakit adalah karena perubahan iklan serta cuaca yang ektrim membuat daya tahan tubuh sapi menjadi menurun sehingga ternak tersebut mudah untuk terserang penyakit, terutama jika umurnya lebih dari 1 tahun. Disebut sebagai penyakit Jembrana sebab penyakit ini terjadi mewabah pertama kali di Kabupaten Jembrana.

 

Gejala dan ciri dari penyakit hewan jembrana pada sapi, yaitu:

 

  • Demam yang tinggi dengan suhu 39-41,5oC.
  • Mengalami pembengkakan yang hebat di bagian kelenjar limpha.
  • Terjadi luka di bagian selaput lendir di mulut sapi.
  • Diare yang bercampur dengan darah.
  • Mengalami pendarahan kulit atau keringat darah.
  • Nafsu makan berkurang sehingga berat badan tidak maksimal.

Baca Juga  Jenis Makanan Hewan Kucing Agar Cepat Gemuk

Penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama virus jembrana ini bersifat ganas dan bisa menular ke sapi yang lain karena serangga penghisap darah seperti lalat caplak dan nyamuk. Penyakit ini sangat berbahaya pada sapi sebab penyakit ini menyerang organ dalam dan tubuh pada sapi sehingga organ dalam sapi menjadi rusak. Virus ini rentan menyerang sapi dewasa yang umurnya 3-4 tahun. Walaupun tidak menular pada manusia seperti halnya penyakit antrax pada sapi, namun penyakit yang kebanyakan menyerang sapi bali ini tetap harus diwaspadai sehingga Anda harus jeli untuk melihat dokumen kesehatan dari sapi tersebut.

 

Jika ternyata Anda memelihara sapi yang akan dijual sebagai sapi untuk kurban, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan agar penyakit hewan jembrana tersebut tidak menyebar dan menular ke sapi yang lainnya yaitu:

 

  • Karantina dengan memisahkan sapi yang baru datang setelah beberapa hari. Jika sapi tersebut dinyatakan sehat, maka bisa dipindah bersama dengan sapi yang lain.
  • Isolasi, dengan mengandangkan sapi yang sakit hingga sapi tersebut sembuh.
  • Sanitasi: membersihkan kandang setiap hari.
  • Spraying: menyemprot kandang dengan menggunakan cairan anti serangga secara berkala sesuai aturan dan rekomendasi dinas peternak.
  • Memelihara sapi dengan baik.
  • Vaksinasi untuk menambah daya tahan dari sapi tersebut.