Home Tips Mengingat Kembali Permainan Gasing Tradisional Khas Nusantara

Mengingat Kembali Permainan Gasing Tradisional Khas Nusantara

by Beverley Kennedy

Gasing atau yang kerap disebut dengan Gangsing adalah salah satu permainan tradisional yang dimiliki Indonesia dimana mainan tersebut akan berputar pada porosnya dan mempunyai keseimbangan yang berfokus pada satu titik. Sebenarnya, permainan ini sudah ditemukan dari zaman lampau dan permainan ini dapat dimainkan oleh anak-anak sampai dengan orang dewasa. Selain hanya untuk sebagai penghibur dan penghilang rasa suntuk, permainan ini juga terkadang kerap dipakai untuk berjudi dan juga dapat digunakan untuk meramal nasib seseorang.

Indonesia pun mempunyai berbagai jenis gasing yang terkenal dan biasa dimainkan oleh masyarakatnya menurut bahan pembuatannya. Berikut adalah jenis-jenis berdasarkan bahan untuk membuatnya:

  1. Kayu, terbuat dari kayu yang sangat keras seperti kayu rukam, petai cina, dan lain-lain. Bentuknya menyerupai buah bengkuang dan dibagian bawah terdapat paku yang runcing.
  2. Paku Berindu terbuat dari paku biji pakis dan bilah bambu yang berwarna kuning. Biasa dimainkan menggunakan tangan.
  3. Buah Parah terbuat dari buah parah dan biji karet, bilah bambu dan benang. Biasanya berwarna kuning dan coklat tua.
  4. Bambu terbuat dari bambu dan tali, biasanya berwarna kuning, merah, merah hijau dan Oren.
  5. Pinang terbuat dari buah Pinang biasanya berwarna coklat tua atau kuning muda. Dulu gasing ini dimainkan dengan diputar menggunakan tangan.
  6. Alumunium terbuat dari logam dan berwarna putih biasanya dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan pada suku Melayu Bengkulu.

Tipe mainan ini juga berbeda-beda disetiap daerah di Indonesia. Ada beberapa jenis mainan ini mempunyai nama yang berbeda yang sesuai dengan daerah dimainkannya. Permainan ini disebut Gangsing pada daerah di Jakarta. Di daerah Jawa Barat, mainan ini disebut sebagai Panggal. Sedangkan di Kalimantan Timur menyebutnya sebagai Begasing. Di Maluku pun permainan ini dikenal sebagai Meggasing dan di Yogyakarta menyebutnya sebagai Gangsingan.

Berbeda dengan daerah-daerah tersebut, di Sumatera dan di daerah Lampung menyebut mainan ini sebagai Pukang. Warga Sulawesi Utara menyebutnya sebagai Paki, sedangkan di masyarakat Jawa Timur mengenal permainan ini dengan nama Kakehan. Beda halnya dengan di Ambon yang menyebut mainan ini dengan nama Apiong. Berbagai daerah di Indonesia memang memainkan permainan yang sama. Tetapi mereka menyebutnya sesuai dengan bahasa daerah mereka masing-masing.

Selain itu, ada berbagai cara untuk memainkan permainan tersebut, tapi kebanyakan gasing dimainkan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pertama, para pemain harus memegang mainan tersebut yang mereka miliki masing-masing di tangan kiri mereka.
  2. Lalu tangan kanan pemain mulai melilitkan tali yang tersedia mulai dari paksi sampai dengan badannya dengan kuat. Namun, ada beberapa daerah di Indonesia yang memulai lilitannya dari kepala sampai dengan bagian badannya.
  3. Setelah di lilit, pindahkan mainan tersebut ke tangan kanan, lalu melemparnya dengan keras ke tanah yang datar.
READ  Ulasan Seputar Voli Pantai dan Jenis Olahraga Lainnya yang Bisa Dilakukan di Pantai

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More