Home Aneka Hobi Mengenal Sejarah Paralayang Dunia dan Indonesia

Mengenal Sejarah Paralayang Dunia dan Indonesia

by Beverley Kennedy

Paralayang adalah cabang olah raga terbang bebas dengan menggunakan parasut. Tujuannya bisa untuk rekreasi atau kompetisi. Bagi para pecinta olah raga adrenalin, sudah pasti Anda tahu tentang olah raga yang satu ini. Namun, Anda jangan merasa menjadi pecinta kalau belum paham betul sejarahnya. Yuk, kita mengenal sejarah paralayang dunia dan Indonesia.

Jenis olah raga ini mulai muncul pada awal tahun 80-an. Tidak jelas siapa yang memulainya. Hanya saja di tahun 1940, Dr. Francis Rogallo menciptakan layang-layang yang menjadi cikal bakal terjun payung dan gantolle. Pada tahun 1960, Pierre Leoigne menyempurnakan kembali bentuk parasut untuk terjun statis yang awalnya berbentuk bulan menjadi parasut terjun yang dikenal sebagai parasut Para Commander (PC) yang mempunyai kelebihan bisa digerakan dan dikontrol lebih baik dari parasut sebelumnya.

Perkembangan parasut terjadi saat Domina Albert dari Amerka menciptakan parasut terjun payung persegi dengan dua permukaan yang masing-masingnya dipisahkan oleh rongga-rongga yang disebut sel dan berkonsep Ram Air. Parasut Domina ini dikenal dengan nama Parafoil karena akan mengembang jika ada lintasan udara yang terperangkap di dalam sel. Nah, konsep inilah yang mengilhami langsung terciptanya olah raga paragliding.

Baca Juga : Ini Dia, 5 Lokasi Terbaik Pecinta Paralayang

Tahun 1978, dengan menggunakan parasut yang disempurnakan, beberapa penerjun Eropa sukses melakukan lepas landas dari sebuah lereng terjal. Lalu disusul oleh pe-ski Swiss yang meluncur dari lereng bersalju di Engadine.

Di Indonesia sendiri baru dikenal di awal tahun 1990. Munculnya jenis olah raga ini ditandai dengan terbentuknya Kelompok Mega Raya Paralayang Indonesia (MERAPI) di Yogyakarta. Pencetusnya adalah (Alm) Dudy Arief Wahyudi dan Gendon Subandono. Melalui majalah dan belajar mandiri, kedua orang tersebut menjadikan bukit-bukit pasir di Parangtritis sebagai tempat latihan awal olahraga ini. Pada tahun ini, penulis David A. Teak mulai merasakan nikmatnya terbang dengan menggunakan parasut tipe Drakkar produksi Parachute de France tahun 1987. Di tahun 1991, Ferry Maskun, Daweris Taher, Bismo dan Wien Suharjo menambahkan jajaran nama di komunitas tersebut.

Dulu, olah raga ini disebut Terjun Gunung namun diubah menjadi paralayang. Peresmian ini dilakukan di Gunung Haruman saat berlangsunya Eksebisi Layang Gantung dan Paragliding pada tanggal 22-23 Mei oleh Klub Gantolle Bandung.

Di Indonesia, olah raga terjun bebas jenis ini berada di bawah naungan Pordirga Layang Gantung Indonesia (PLGI), sementara PLGI sendiri berada di bawah FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Sementara untuk skala internasional, olahraga ini berada di bawah Commission Internationale du Vol Libre (CIVL) di bawah naungan FAI.

Wilayang Indonesia yang berbukit dan memiliki banyak pegunungan tinggi sangat potensial untuk perkembangan olahraga yang satu ini. Tinggal memilih lokasi yang menarik dan menantang, serta berlisensi FASI, Anda akan disuguhkan pengalaman yang tak terlupakan.

See also  6 Kerajinan Tangan Dari Barang Bekas

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More