Home Aneka Hobi Melatih Kemampuan Berpikir Anak Dengan Mainan Lego

Melatih Kemampuan Berpikir Anak Dengan Mainan Lego

by Beverley Kennedy

Untuk melatih kemampuan berpikir dan melatih perkembangan otak anak, mainan Lego akan membantu anak-anak dengan melatih kemampuan kognitif dan motorik mereka dengan cara memainkan balok-balok Lego tersebut. Dalam perkembangannya, mainan dari Denmark ini memang sudah mendunia sejak 1932. Dan kini, mainan Lego sudah digunakan sebagai sarana permainan yang baik untuk mengajarkan anak-anak. Sedikit cerita  tentang sejarah Lego. Berasal dari dua buah kata dari bahasa Denmark, Leg Godt yang artinya adalah bermain dengan baik, seorang pembuat mainan kayu  bernama Ole Kirk Kristiansen. Kini perusahaan tersebut dipegang oleh cucu dari penemu, bernama Kjeld Kirk Kristiansen. Hampir lebih dari 80 tahun perusahaan ini menjadi pembuat mainan yang dikenal secara internasional dan mampu menjadi ‘mainan abad ini’ sebanyak dua kali. Perkembangan demi perkembangan tentunya sudah terjadi semenjak dulu namun hingga kini, bentuk utamanya tetap balok Lego. bentuk yang di perkenalkan pada tahun 1958, hingga kini.

Berbagai varian dari mainan Lego dari tahun ke tahun berkembang dan mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Anak-anak menjadi bisa belajar dan bermain menggunakan balok Lego dan membentuk berbagai macam bentuk yang bisa mereka buat menggunakan imajinasi masing-masing. Perkembangan otak anak akan dengan baik terstimulan oleh kreatifitas dan gerak motorik mereka pun menjadi terlatih untuk menggenggam dan memasang balok-balok tersebut. Varian Lego yang bermula dari mainan kayu berkembang seiring berjalannya waktu menjadi mainan dengan bahan plastik. Bentuk yang kita kenal sekarang di buat pada tahun 1958, sedangkan beberapa tahun sebelumnya Lego telah berekspansi ke negara tetangga seperti Perancis, Belgia, Inggris dan Swedia. Ditambah dengan berdatangannya mesin-mesin yang membantu proses produksi, kini Lego sudah mampu memproduksi lebih banyak balok Lego yang mampu di jual ke luar negeri dan dengan lebih sedikit tenaga manusia untuk mengoperasikan alat untuk memproduksi mainan Lego tersebut.

Pada tahun 1963, Godtfred Kirk Christiansen mengenalkan pada perusahaan 10 karakter produk Lego yaitu:

  1. Potensi bermain tidak terbatas
  2. Untuk anak perempuan dan anak laki-laki
  3. Menyenangkan untuk semua umur
  4. Permainan sepanjang tahun
  5. Permainannyang menyehatkan dan tidak berisik
  6. Permainan berjam-jam
  7. Pengembangan, imajinasi, kreatifitas
  8. Semakin banyak Lego, semakin besar nilainya
  9. Ekstra set tersedia
  10. Kualitas di setiap detail

    Baca Juga: Memilih Mainan Bayi dan Anak Yang Berkualitas Untuk Usia 1 Tahun

Nilai-nilai ini merupakan salah satu contoh bahwa perusahan ini tidak sekedar perusahaan biasa yang tidak memperhatikan kualitas product yang mereka jual namun merupakan perusahaan yang ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk pelanggan di seluruh dunia.

Varian seperti Duplo diluncurkan pada tahun 1969, khusus untuk anak-anak berumur di bawah 5 tahun dan diluncurkan secara internasional. Ukuran Lego Duplo lebih besar dari pada ukuran balok Lego yang biasa dan diharapkan tidak membahayakan anak-anak tersebut. Pada tahun ini pun muncul Legoland yang pertama. Begitu banyak perkembangan yang terjadi mulai dari perubahan logo, pembukaan cabang di negara-negara lain seperti Spanyol, daerah Eropa Timur dan masih banyak lagi perubahan yang terjadi selama tahun 1970an hingga kini. Satu yang pasti, kini mainan Lego masih menjadi mainan terfavorit anak-anak di dunia.

See also  Modifikasi motor paling keren minggu ini

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More