Home Aneka Hobi Hot Wheels Masih Bertahan di Tengah Arus Mainan Digital

Hot Wheels Masih Bertahan di Tengah Arus Mainan Digital

by Beverley Kennedy
Hot Wheels Masih Bertahan di Tengah Arus Mainan Digital

Seperti yang diketahui, perkembangan teknologi juga turut membawa derasnya arus permainan digital. Meskipun begitu, Hot Wheels masih menjadi koleksi yang menyenangkan bagi anak-anak maupun ayahnya. Mampu bertahan di masa tak ramah bagi industri mainan saat ini menjadi bukti bahwa mainan tersebut masih memiliki tempat tersendiri di hati para pecintanya.

Hot Wheels Masih Bertahan di Tengah Arus Mainan Digital

Asal Muasal Hot Wheels

Mainan ini pertama kali diluncurkan pada 1968. Merek ini berasal dari perusahaan mainan, Mattel. Saat itu, juga terdapat bisnis di bidang yang sama bernama Matchbox. Hot Wheels sendiri mempunyai empat skala mobil mainan meliputi 1:64, 1:43, 1:18, dan 1:50. Saat pertama kali dikenalkan, mobil mainan ini sempat diremehkan karena anggapan bahwa aura “mobil beneran” ada pada produk Matchbox

Asal-usul nama produk ini sendiri ada 2 versi. Pertama saat perancangnya, Handler berbincang dengan pekerja pengepakan Alexandra Laird. Handler meminta Laird menuliskan beberapa nama dan salah satu yang ditulis adalah Big Wheels. Lalu Handler mencari padanan kata big dan mendesis: hot wheels. Versi lainnya dimuat dalam buku 35 Years of Speed, Power, Performance, and Attitude (2003). Disebutkan bahwa nama tersebut tercipta saat Handler melihat mobil purwarupa yang dikendarai oleh seorang temannya.

Kemunculan perdana produk ini merilis 16 model mobil yang dijuluki The Original 16. Beberapa menyebutnya sebagai Sweet Sixteen. 11 desain pertama dibuat oleh desainer mobil nyata Harry Bentley Brady. Model tersebut dilengkapi oleh Camaro, Barracuda, Corvette, Mustang, hingga Deora.

Infografik Hot Wheels

Meski awalnya diremehkan, ternyata mainan ini perlahan tapi pasti meraih sukses. Pada tahun pertama peluncurannya pada 1968 saja terjual 16 juta unit. Setahun kemudian desainer mobil Chrysler dan Larry Wood dari Ford, Ira Gilford diajak bergabung hingga menjadi desainer kepala.

Penjualan memang naik turun karena pasarnya juga tak luas. Target awalnya adalah anak usia 3 hingga 8 tahun. Namun, setelah para pembeli generasi awal ini beranjak dewasa dan menjadi ayah, mereka mengenalkan sekaligus mewariskan mobil-mobil tersebut pada anaknya.

Fakta tersebut membuat Hot Wheels menambah target pasar bagi usia 18 hingga 34 tahun. Bahkan promosi yang dilakukan Mattel merambah ke industri mobil yang nyata. Seperti kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan Izod. Manajer Senior Mattel untuk urusan komunitas sendiri mengatakan bahwa aksi di Indianapolis 500 dan berbagai usaha promosi ke para pria dewasa, membuat produk ini menjadi relevan lagi bahkan di era digital seperti saat ini.

Menjelma menjadi barang kolektor

See also  Pernak-Pernik Unik Untuk Dinding Rumah

Seiring waktu, mobil mainan ini menjelma menjadi barang kolektor, terutama untuk seri-seri terbatasnya yang langka. Saat ini, 1969 Pink Rear-Loading Volkswagen Beach Bomb menjadi yang termahal di dunia. Ini adalah mobil VW berwarna merah muda, dan papan selancar berwarna kuning yang menembus jendela. Hanya ada dua barang yang dicat merah muda sebagai versi purwarupa yang tidak jadi dirilis ini sedangkan Versi yang dirilis papan selancarnya ada di bagian samping.

Karena mempunyai reputasi sebagai item purwarupa, harganya melonjak. Harga jualnya adalah $72 ribu. Pembelinya siapa lagi kalau bukan Bruce Pascal. Kalau sekarang koleksi VW merah muda itu dijual, harganya bisa mencapai $100 ribu.

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More