Home Aneka Hobi Berbagai Alat Musik Betawi yang Masih Sering Digunakan dalam Acara Adat

Berbagai Alat Musik Betawi yang Masih Sering Digunakan dalam Acara Adat

by Beverley Kennedy

Siapa yang tidak mengenal sebutan Betawi yang merupakan salah satu panggilan yang ditujukan pada salah satu daerah yang ada di Indonesia. Ciri khas orang betawi yaitu dari nada bicara yang sedikit berbeda di daerah Ibu Kota Jakarta. Mereka juga mempunyai berbagai jenis alat musik betawi yang sering digunakan dalam beberapa kegiatan adat misalnya pernikahan. Namun saat pengisiannya tetap mereka menggunakan beberapa alat musik modern untuk menyeimbangkan melodi atau nadanya. Tetapi orkes satu dengan lainnya mempunyai wujud yang berbeda dan juga ciri yang berbeda.

Sampai saat ini pun dengan perkembangan jaman yang sedemikian pesatnya beberapa alat musik tradisional tersebut masih eksis di masyarakat. Berikut ini beberapa contoh alat musik dari Betawi yang masih sering digunakan, antara lain:

  • Gambang kromong.

Alat musik ini adalah perpaduan dari dua nama yaitu gambang dan juga kromong, keduanya sering digunakan dalam beberapa pertunjukan kesenian. Ada beberapa masyarakat yang menyebutkan bahwa orkes satu ini juga merupakan tradisi Cina banteng. Sebenarnya alat musik ini juga ada dalam alat musik khas jawa yang sering digunakan bersama dengan gamelan dalam acara keraton. Jadi secara umum memang kesenian Betawi sama tetapi ada beberapa komponen yang membedakan.

  • Tanjidor.

Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dengan alat musik Betawi yang disebut dengan tanjidor. Ini merupakan alat musik orkes yang umumnya terdiri dari beberapa alat musik antara lain Tuba, Trompet, Quarto, Simbal dan lainnya. Setiap pertunjukannya dari beberapa alat musik tersebut menghasilkan suara atau nada yang serupa dengan ciri khasnya yaitu keras.

  • Marawis.

Kemudian ada alat musik selanjutnya yang merupakan ciri khas Betawi yaitu Marawis, jenis alat ini tidak berbeda jauh dengan rebana. Sering masyarakat Betawi menggunakan alat ini sebagai acara adat pengajian, pulang haji, berangkat haji atau lainnya yang berbau religi. Dalam pertunjukannya ada kurang lebih 12-14 pemain dan kesemuanya melantunkan lagu syair-syair yang mengandung pujian pada Tuhan dan diiringi dengan tabuhan alat tersebut.

  • Keroncong tugu.

Ada sebutan untuk alat musik hasil perpaduan antara budaya Indonesia dengan budaya luar yaitu Portugis. Untuk tugu sendiri namanya diambil karena dahulunya pertunjukan alat musik ini sering dipentaskan pada masyarakat Tugu Jakarta Utara. Jenis musik keroncong yang dihasilkan inilah yang akhirnya menjadi sebutan Keroncong Tugu.

  • Kemong.

Selanjutnya ada jenis alat musik yang sering disebut dengan Kemong, yang merupakan susunan dari beberapa gong kecil. Cara memainkan alat musik ini dengan dipukul, sebenarnya alat musik kemong merupakan bagian dari kesenian Gambang Kromong di DKI Jakarta. Untuk Anda yang tertarik mempelajari alat musik Betawi ini masih dapat dilihat dari buku lama yang mengajarkan cara memainkan Kemong.

READ  Fakta Menakjubkan Seputar Gerakan Bayi dalam Kandungan

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More